Wednesday, April 15, 2015

SEJARAH PERANG OBOR



Masyarakat Jepara adalah masyarakat yang juga kaya akan tradisi. Hal ini terutama yang menyangkut dengan tradisi masa lampau. Tradisi-tradisi masa lampau ini sebagiannya masih dipertahankan sebagai sejarah untuk mengenang persitiwanya dan mengambil spirit nilainya yang masih relefan dengan era sekarang. Upacara tradisional “Obor –oboran”(begitulah sebagian orang menyebut) adalah perang yang bersenjatakan obor. Ini termasuk tradisi unik dan penuh tantangan yang ada di Jepara, Jawa Tengah dan mungkin di seluruh Indonesia. Obor yang telah tersedia tersebut dinyalakan dengan api yang alat untuk saling menyerang sehingga sering terjadi benturan–benturan obor yang dapat mengakibatkan pijaran–pijaran api yang besar, yang akhirnya masyarakat menyebutnya dengan istilah “ Perang Obor “.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam perang obor di antara yaitu:
Ini menandakan bahwa betapa pentingnya sebuah sejarah.
Di dalamnya ada berbagai peristiwa yang maknanya akan selalu aktual untuk era sekarang dan yang akan datang. Maka benar apa yang dikatakan oleh Nietzsche bahwa manusia hidup membutuhkan sejarah. Dalam konteks ini, sejarah menawarkan berbagai contoh peristiwa yang bisa menjadi pelajaran untuk membangun peradaban manusia sekarang dan selanjutnya.Maka orang yang kehilangan sjarah sama halnya kehilangan obor khidupan. Dalam tradisi Perang obor tersebut tentu banyak dimensi yang bisa dijadikan sebagai pelajaran. Berdasarkan cerita di atas di antara semangat moral yang bisa kita petik dari peristiwa perang obor ini adalah etos tanggung jawab.  Tanggung Jawab adalah sikap moral yang penting kita tumbuhkan untuk membuat kehidupan kita ini berjalan baik. Hal ini terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan sebuah amanah. Sikap tanggung Jawab adalah sikap seorang satria. Lawan dari sikap ini adalah  pengecut atau pecundang yakni sikap yang suka melarikan diri dari tanggung jawab atau melempar tanggng jawab. Yang banyak kita temukan adalah jutru para pengecut, pecundang dan bahkan pengkhianat.
Hal ini terbukti dengan banyaknya pristiwa yang menyesakkan dada dalam pentas perpolitikan kita. Seluruh kebijakan yang diciptakan bukan untuk memperjuangkn rakyat, tetapi untuk membuka pintu selebar-lebarnya para cukong –cukong kapitalisme untuk menjajah dan menguasai aset-aset negara.
Maka melalui perang obor ini kita juga didorong untuk menjadi oposisi-kritis terhadap pemerintah.

No comments:

Post a Comment

seo | webmaster