Wednesday, April 29, 2015

Ekspresi Wajah Dalam Karya Seni Ukir Kayu



ABSTRACT  Subjek pilihan dalam karya seni rupa begitu banyak macamnya, khususnya dalam bidang seni ukir kayu. Subjek-subjek pilihan dapat berupa motif manusia, flora dan fauna. Karya seni ukir yang dibuat pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu seni ukir terapan dan non terapan. Seni ukir terapan adalah seni ukir yang dibuat untuk kepentingan teknis praktis langsung, yang artinya digunakan secara teknis oleh manusia, misalnya meja, kursi, almari. Sedangkan seni ukir non terapan adalah seni ukir yang tidak memiliki nilai guna teknis, tetapi sekedar sebagai hiasan saja, yang kesemuanya memiliki nilai estetis dan artistik. Nilai estetis karya seni adalah nilai seni yang sudah ada pada benda tersebut, atau dengan kata lain nilai estetis tersebut melekat pada benda tersebut, sedangkan nilai artistik karya seni adalah nilai seni yang terkandung di karya seni karena sudah ada campur tangan manusia dalam pembuatannya. Nilai estetis seni ukir meliputi bahan yang berupa kayu, serat kayu, dan warna kayu. Judul yang akan penulis angkat adalah “Ekspresi Wajah dalam Karya Seni Ukir Kayu”. Adapun alasan pemilihan jenis karya ukir kayu sebagai proyek studi adalah memvisualkan serat, tekstur, dan warna kayu jati, bahan kayu jati relatif mudah dikerjakan atau di ukir, dan penulis ingin memvisualkan ekspresi wajah manusia secara artistik melalui bahan kayu jati karena bentuk wajah manusia unik dan menarik. Tujuan pembuatan karya seni ukir kayu dengan judul “Ekspresi Wajah dalam Karya Seni Ukir Kayu” adalah untuk memvisualkan ekspresi wajah manusia dalam karya seni ukir kayu sebagai salah satu alternatif penciptaan benda hias untuk kepentingan estetis. Bahan utama yang digunakan untuk membuat karya ukir tersebut adalah kayu jati. Dalam membuat karya ukir tersebut, penulis menggunakan alat utama dan alat bantu. Alat utamanya adalah pahat dan palu kayu. Secara visual, unsur-unsur rupa yang digunakan adalah garis-garis lengkung, raut-raut geometris dan organis, warna diperoleh dari kombinasi bahan finishing melamine dan teak oil, dan tekstur yang digunakan adalah tekstur taktil, yaitu tekstur yang tidak hanya dapat dilihat dengan mata, tetapi juga dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Sedangkan prinsipprinsip desain yang digunakan, antara lain: irama flowing, keseimbangannya asimetris dan simetris, dominasi terdapat pada bagian wajah yang meliputi mulut, mata, alis, rambut, dan unity atau kesatuan diperoleh dari perpaduan unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip desain yang terdapat pada karya. Karya seni tersebut, termasuk karya seni ukir non terapan.


No comments:

Post a Comment

seo | webmaster